‘MEMERDEKAKAN GURU BELAJAR LITERASI DIGITAL DI HUTAN MANGROVE SINJAI’

Menyambut Hari Guru Nasional , 25 November 2019 puluhan  guru-guru dari berbagai tingkatan   di Kabupaten Sinjai mengikuti   Mudik atau Temu Pendidik  yang dilaksanakan di hutan mangrove Tongke-tongke Kecamatan Sinjai Timur.  Kegiatan temu pendidik daerah kali ini tidak biasanya atau ‘out of the box’ . Pasalnya dilaksanakan di area terbuka di sebuah hutan mangrove yang teduh dan luas dan ini agak berbeda dengan puluhan  temu pendidik sebelumnya yang  hanya dipusatkan di satu sekolah, atau ditempatkan di sebuah warkop sambil diskusi seru tentang pembelajaran guru di sekolah masing-masing.

Kegiatan temu pendidik daerah kali ini merupakan kegiatan kolaborasi  antara Komunitas Guru Belajar (KGB) Sinjai bersama dengan Ikatan Guru Indonesia (IGI) Sinjai yang turut di dukung Microsoft Office 365. Antusiasme peserta sangat keren dan sangat serius mengikuti semua rangkaian kegiatan hingga selesai.

Sesuai tema yang diusung yaitu ‘Memantik Guru-Guru  Belajar Literasi Digital ‘ maka semua  peserta digiring untuk memahami  rangkaian demi rangkaian kegiatan dengan aroma digital. Mulai dari hunting foto dan video  untuk praktik pembuatan video pembelajaran, hingga  menelusuri jejak hutan mangrove Tongke-Tongke dengan  menggunakan barcode.

Selain itu, dari KGB Sinjai berbagi ole-ole Temu Pendidik Nusantara(TPN). Tiga guru yang pernah di utus belalajar TPN 2019 di Jakarta medio Oktober 2019 lalu yaitu Hj Yuliani dari SMAN 1 Sinjai, Arni Idawati dari SMAN 5 Sinjai dan Ramdani dari SMAN 10 Sinjai, berbagi hasil TPN dengan seru.  Ketiganya memaparkan tentang praktik cerdas mengajar untuk bersenang-senang belajar dengan peserta didik di kelas. Ada permainan kartu yang berisi tentang -angka perkalian pada mata pelajaran  Matematika, hingga  peserta Mudik langsung terlibat untuk praktik bermain kartu. Selain itu ada Materi literasi bermakna dengan media Teka Teki  Silang (TTS) yang di desain di aplikasi google hingga menghasilkan puluhan jenis TTS berbeda-beda  dengan pertanyaan sama.  Kemudian ada materi  Ice Breaking untuk mewujudkan  jam terakhir di kelas serasa jam pertama.
Penggerak KGB Sinjai, Takdir Kahar, mengajak semua guru untuk belajar bermakna dan  berkolaborasi sesama guru dalam  meningkatkan semangat belajar guru. Dijelaskan, bahwa  permasalahan di  kelas oleh sejumlah  guru-guru yang kadang tidak berdaya dalam mengajar, perlu dicarikan solusinya dengan belajar sesama guru.  Formula yang ditawarkan yaitu setiap  guru harus memiliki empat kunci dalam ekosistem pendidikan sebagaimana  patron Komunitas Guru Belajar sejak berdiri tahun 2015 lalu yaitu Kemerdekaan Guru, Kompetensi Guru, Kolaborasi Guru, serta Karier Guru.

Sementara itu, Ketua IGI Sinjai Rustan Rahman menyambut baik kolaborasi guru-guru khususnya KGB Sinjai dan IGI Sinjai yang memiliki visi memajukan kompetensi guru-guru dan semangat guru untuk makin inovatif dan kreatif dalam mengajar.  Dijelaskan juga bahwa IGI Sinjai dengan KGB Sinjai memberi sebuah bukti bahwa kolaborasi berkegiatan memajukan semangat guru untuk belajar dilihat faktanya pada hari dengan hadirnya puluhan guru-guru  tanpa dipaksa dan merasa terpaksa untuk belajar literasi digital di area hutan mangrove Tongke-Tongke.
“Kegiatan ini sangat bermakna bagi guru karena dihadiri puluhan guru dengan ketulusan untuk belajar sesama guru,” kata Rustan Rahman. Dijelaskan juga, bahwa  program IGI Sinjai dan KGB Sinjai meningkatkan mutu guru sangat sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Sinjai. Semoga guru-guru makin kompetitif, melek teknologi di era industri 4.0 dan siap menjadi guru merdeka belajar. (*SipakarajaNews)

Reporter: Syamsul Rijal (Guru SMPN 23 Sinjai)